Selasa, 30 Juli 2013

Hukum Permintaan dan Penawaran

Kali ini akan dibahas tentang Hukum Permintaan dan Penawaran, dibawah ini adalah pengertian dan penjelasannya, tidak dibahas secara mendetail hanya garis besarnya saja yang telah saya dapatkan dari beberapa sumber lalu dirangkum menjadi satu. Berikut adalah pembahasannya :

Pengertian Permintaan (demand) dan Penawaran (supply)
Permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi adalah merupakan suatu penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual terhadap suatu barang.

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

Hukum Permintaan dan Penawaran

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.

Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Hukum Permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.

Hukum permintaan berbunyi “apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan.”

Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan. Naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).


Hukum penawaran
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi “bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus). Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).


Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Tingkat permintaan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang selalu mengikutinya, antara lain adalah :
1. Perilaku/selera konsumen
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
4. Perkiraan harga di masa depan dan banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen.

Sedangkan pada tingkat penawaran akan dipengaruhi antara lain oleh : 
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
2. Tujuan dari suatu perusahaan
3. Pajak
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap

Minggu, 14 Juli 2013

Pasar

Siapa sih yang tidak mengenal satu kata ini “pasar”? Atau belum pernah mendengar kata pasar? Sepertinya tidak mungkin ya belum pernah mendengar kata pasar, karena kata pasar begitu familiar ditelinga kita bukan? Yah pasar, pasar adalah tempat bertemunya para penjual dan pembeli yang melalukan transaksi jual beli barang dan jasa. Pasar ini pun dibagi dalam beberapa jenis yaitu : Pasar menurut bentuk kegiatannya, Pasar menurut cara transaksinya, Pasar menurut jenis barangnya, dan Pasar menurut keleluasan distribusinya.

Jenis Pasar menurut bentuk kegiatannya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Pasar Nyata dan Pasar Tidak Nyata (Abstrak). Jenis Pasar menurut cara transaksinya juga dibagi menjadi 2 bagian sama seperti Jenis Pasar menurut bentuk kegiatanya, yaitu Pasar Tradisional dan Pasar Modern.

Jenis–jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar memang hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya Pasar Hewan, Pasar Sayur, Pasar Buah, Pasar Ikan dan Daging serta Pasar Loak (barang-barang bekas).

Jenis-jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu : Pasar Lokal, Pasar Daerah, Pasar Nasional dan Pasar Internasional.

Pasar sendiri tidak hanya dibagi dalam beberapa jenis saja, tetapi juga dibagi menjadi beberapa macam pasar menurut bentuk dan strukturnya.

Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Monopoli, Persaingan Monopolistik, dan Oligopoli.

Pasar Persaingan Sempurna disebut juga pasar persaingan murni yang berarti adalah pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.

Pasar Persaingan Tidak Sempurna merupakan kebalikan dari Pasar Persaingan Sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Di pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar.

Pasar Monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu.

Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang dengan corak yang berbeda. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.

Pasar Oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contohnya perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. 

Nah, dari penjelasan diatas telah diketahui bukan ternyata Pasar itu tidak hanya sekedar mencangkup Pasar Tradisional yang menjual sayur mayur ataupun barang-barang saja,tetapi terdapat bebagai macam pasar dan juga jenis-jenis pasar sesuai barang dan jasa yang dijual dan disediakan. Penjelasan yang saya jabarkan diatas memang hanya secara garis besar saja, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi yang membacanya.

Kamis, 11 Juli 2013

Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu investasi yang dilakukan pemerintah ialah dengan membangun Jembatan Selat Sunda (JSS), dimana pembangunan ini membutuhkan biaya yang besar. Tentu saja dengan adanya pembangunana ini ekonomi disekitar daerah yang dilewati oleh Jembatan Selat Sunda ini akan berpengaruh. 

Dibawah ini merupakan artikel tentang Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Artikel ini saya dapatkan dari kompas.com yang membahas tentang investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, berikut adalah artikelnya




Dari artikel yang telah saya baca di atas, investasi terhadap pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah dengan akan dibangunnya jembatan selat sunda ini, menurut saya dengan akan dibangunnya jembatan ini akan lebih memudahkan para pengguna jalan yang akan menuju pulau sumatera tanpa harus menyebrang menggunakan kapal ferry, terutama pengiriman barang dan juga bahan-bahan pokok yang akan dikirim ke pulau sumatera atau sebaliknya dari pulau sumatera ke pulau jawa, yang mana apabila cuaca yang kurang mendukung terdapat penumpukan truk-truk yang membawa barang-barang dan bahan-bahan pokok, baik pangan, papan maupun sandang, sehingga kebutuhan yang seharusnya sampai ditempat tujuan menjadi terlambat dan langka karena kondisi cuaca ini. Terutama ketika datang musim penghujan yang membuat air laut menjadi pasang dan gelombang tinggi sehingga keberangkatan harus ditunda demi keselamatan. Tetapi akankah dengan adanya jembatan yang menghubungkan pulau jawa dan pulau sumatera ini akan menjadi solusi ketepatan waktu pengiriman barang dan bahan-bahan pokok pangan, papan dan sandang? Jembatan ini memang belum dibangun, tetapi sudah direncanakan dan rencana pembangunan akan dimulai tahun depan 2014. Pembangunan ini memakan biaya yang cukup besar dan membutuhkan investor asing maupun investor lokal. Semoga dengan akan dibangunnya jembatan penghubung antar pulau ini dapat memaksimalkan waktu para pengguna yang akan menyebrang ke pulau sumatera atau ke pulau jawa terutama dalam hal pengiriman barang agar tidak terjadi ketelambatan maupun kelangkaan bahan pokok akibat perubahan cuaca yang tidak terduga.